Gudeg Legendaris di Jogjakarta

By | October 2015
gudeg legendaris bu Tjitro Jogja

Gudeg merupakan menu makanan khas Jogja yang tetap eksis sampai sekarang sehingga menjadi icon bagi kota yang diberi julukan kota gudeg ini.

Gudeg khas Jogja yang rasanya gurih agak manis ini berbahan utama daging buah nangka muda (istilah jawanya gori) yang diolah dan dimasak dengan bumbu-bumbu tertentu yang menjadikannya mempunyai rasa yang khas, berbeda dengan rasa masakan gudeg dari daerah lain.

Menu gudeg biasanya disajikan dengan  lauk pauk pelengkap yang berupa ayam, telur, tahu dan tempe yang dimasak menggunakan bumbu yang sesuai dengan menu gudeg. Sayur krecek dan tempe yang berkuah pedas serta areh yang terbuat dari adonan pembuatan minyak kelapa semakin menambah kelezatan menu gudeg ini.

Sebagai makanan khas, gudeg mudah ditemui diseluruh pelosok Jogja. Penduduk setempat biasanya menjadikan gudeg sebagai salah satu menu sarapan pagi dan penjualnya banyak ditemui dikampung pemukiman warga. Sedangkan pada malam hari umumnya gudeg banyak disediakan oleh penjual yang menggunakan warung tenda dipinggir jalan atau didekat pasar. Pembelinya kebanyakan pelancong, pemukim serta penduduk setempat yang ingin menikmati makan dan suasana malam sambil duduk lesehan santai ditikar atau plastik terpal yang sudah digelar.

Di Jogja ada beberapa penjual gudeg legendaris yang sudah mulai berjualan sejak puluhan tahun yang silam. Walaupun sekarang kebanyakan sudah digantikan oleh generasi kedua bahkan ketiga, namun cita rasa masakan gudeg yang di sajikan tidak mengalami banyak perubahan, karena untuk mengolah nangka muda menjadi gudeg serta menu-menu pelengkapnya mereka tetap mempertahankan cara dan bumbu sesuai aslinya.

Beberapa nama merk dan penjual gudeg legendaris di Jogjakarta

Gudeg bu Tjitro

Bu Tjitro mungkin menjadi nama penjual gudeg legendaris di Jogjakarta yang paling terkenal, karena gudeg racikan ibu yang mulai merintis usahanya dari Ngasem ini sejak tahun 1925 -an, selain mampu bertahan hingga 2 hari atau 48 jam tanpa basi. Gudeg bu Tjitro ini satu-satunya gudeg yang pernah beriklan melalui media televisi ketika jaman TVRI belum mempunyai pesaing.

Kemampuannya bertahan hingga 2 hari ini juga membuatnya menjadi gudeg favorit untuk oleh-oleh atau dikirim keluar kota dengan kemasan kendil/ kuali tanah liat. Bahkan sekarang juga berinovasi dengan menyediakan gudeg dalam kemasan kaleng, sehingga lebih praktis dan modern.

gudeg legendaris bu Tjitro Jogja

Gudeg bu Tjitro kemasan kaleng | img : butjitro1925.com

Gudeg Yu Djum

Bahan pilihan yang digunakan untuk membuat gudeg yu Djum menghasilkan cita rasa yang disukai banyak orang. Sehingga tidak mengherankan jika usaha gudeg yang mulai sejak sekitar 60 tahun yang lalu masih tetap eksis hingga sekarang dan bahkan menjadikannya sebagai salah satu dari legendaris gudeg di Jogja.

Gudeg yu Djum yang buka mulai jam 7 pagi hingga jam 9 malam, di Selatan Plengkung, Wijilan, mendatangkan gori (nangka muda) sebagai bahan baku utama gudeg khusus dari Prembun. Sedangkan ayam yang diolah sebagai lauk pelengkap adalah ayam kampung, sehingga menghasilkan rasa gurih yang lezat.

Gudeg Permata Bu Pujo

Nama gudeg Permata menjadi sebutan gudeg yang dirintis sejak taun 1945, karena warung tempatnya berjualan berlokasi di dekat bioskop Permata di jalan Gajah Mada.

Warung sederhana yang buka setiap hari mulai pukul 21.00 hingga pukul 2 dinihari, sekarang diteruskan oleh anaknya yang bernama Sri Sunarti (yu Narti).

Walaupun hanya dipinggir jalan dengan beratapkan tenda plastik, setiap hari warung gudeg Permata ini selalu dipenuhi oleh pembeli. Bahkan kalau sedang ramai, pembeli harus rela antri untuk mendapatkan tempat duduk.

Gudeg Ceker Bu Joyo

Sesuai dengan sebutannya, gudeg ceker bu Joyo ini menyediakan menu khas yang berupa ceker (kaki ayam bagian bawah/ cakar).

Menu ceker yang disediakan penjual gudeg yang usahanya sudah dirintis sejak tahun 1953 ini terkenal gurih dan empuk.

Gudeg ceker bu Joyo yang buka ditrotoar depan sebuah toko emas di utara pasar Beringharjo (kawasan jalan Malioboro), buka setiap hari selepas jam 10 malam hingga pukul 3 pagi. Para pembeli bisa menikmati makan dengan duduk lesehan ditikar yang digelar ditrotoar, sambil santai menikmati suasana malam jalan Malioboro yang agak sepi.

Resep gudeg ceker racikan bu Joyo hingga sa’at ini masih dipertahankan oleh penerusnya.

Gudeg Pawon Bu Prapto

Walaupun berlokasi di perkampungan di daerah Janturan (sebelah selatan SDN 1 Glagah) namun kelezatan gudeg pawon ini cukup legendaris. Dari jalan Kusuma Negara belok kearah selatan pertigaan depan toko Pamela 1.

Warungnya berada di pawon (dapur) sederhana, namun justru membuat pembeli rela antri hingga pinggir jalan. Setiap malam jalan Janturan menjadi sempit oleh deretan kendaraan pembeli yang parkir di sepanjang jalan di dekat warung gudeg Pawon yang buka sekitar jam 11 malam tersebut. Tidak jarang kendaraan mewah dengan plat nomer Jakarta terlihat diantara deretan mobil yang parkir itu.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *