Monumen Jogja Kembali Tempat Wisata Di Jogja Yang Memadukan Pendidikan Dan Rekreasi

By | October 2015
Peralatan tempur di Monumen Jogja Kembali

Rasanya anda harus menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu tempat wisata di Jogja yang tidak hanya menarik, namun juga bagus untuk menambah pengetahuan tentang Jogjakarta dan sejarah mengenai perjuangan bangsa Indonesia yaitu di Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Seperti halnya Taman Pintar, boleh dikatakan Monumen Jogja Kembali juga merupakan tempat wisata di Jogja yang memadukan antara pendidikan dan rekreasi. Hanya saja jika Taman Pintar mengarah ke bidang sain, maka Monjali mengarah ke bidang sejarah.

Sejarah Monumen Jogja Kembali

Dalam Peringatan peristiwa Yogya Kembali pada tanggal 29 Juni 1983, Kolonel Sugiarto selaku Wali kota madya Yogyakarta melontarkan gagasan mendirikan monumen untuk menandai peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari Ibu kota negara yang waktu itu berada di Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949. Hal ini sebagai bukti kedaulatan negara Republik Indonesia bebas dari kekuasaan Belanda.

Peralatan tempur di Monumen Jogja Kembali

Sebuah peralatan tempur yang berada di Monumen Jogja Kembali | img : google.maps

Dua tahun kemudian pada 29 Juni 1985 gagasan tersebut diwujudkan secara simbolis dengan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.

Setelah empat tahun proses pembangunan, pada tanggal 6 Juli 1989 monumen berbentuk kerucut yang terdiri dari tiga lantai ini diresmikan pembukaannya oleh Presiden Soeharto.

Koleksi Monumen Jogja Kembali

Monumen setinggi kurang lebih 31.8 yang seluruh bangunanya dikelilingi oleh kolam air ini, terdiri dari tiga lantai yang dibagi dalam beberapa bagian untuk menampung benda-benda koleksinya yang mencapai ribuan item.

Benda-benda koleksi yang kesemuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949 berupa:, foto, dokumen, replika berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum, ditampilkan di empat ruang museum yang berada di lantai satu.

Ada perpustakaan khusus yang bisa dimanfaatkan oleh umum untuk mendapatkan bahan referensi sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sedangkan ruangan yang terletak ditengah-tengah bangunan lantai satu adalah ruang serbaguna yang dilengkapi dengan panggung terbuka dan bisa digunakan oleh umum untuk acara-acara seminar, pernikahan ataupun acara lain.

berbagai atraksi kesenian diantaranya tarian-tarian, gamelan, musik organ tunggal yang memainkan lagu-lagu perjuangan digelar diruangan serba guna ini Setiap hari Sabtu dan Minggu

Di lantai 2 terdapat 40 buah Relief Perjuangan serta sepuluh diorama perjuangan fisik dan Diplomasi Bangsa Indonesia dengan ukuran sesuai aslinya.

Pengunjung bisa melihat antara lain relief komandan pasukan Belanda yang mengancam Sri Sultan HB IX, kembali nya Presiden dan para pemimpin lain ke Jogjakarta, pernyataan dari Sri Sultan HB IX yang menyatakan bahwa “Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan bagian dari Negara Republik Indonesia”, dan lain sebagainya.

Diorama perjuangan di Monumen Jogja Kembali

Sebuah diorama yang ada di Monumen Jogja Kembali | img : monjali-jogja.com

Ada sepuluh diorama yang dibuat mirip dengan asli-nya, disajikan sesuai kronologis waktu sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami urutan kejadian yang sebenarnya.

Diawali dengan diorama yang menggambarkan agresi Militer Belanda memasuki kota Jogja untuk mencoba menguasai kembali Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948.

Ada juga diorama yang menggambarkan perjuangan Jenderal Soedirman yang waktu itu dalam kondisi sangat lemah akibat gangguan kesehatan pada paru-paru, namun tetap memaksakan diri ikut berjuang dengan cara gerilya.

Di tengah diorama disisipkan juga adegan yang terkenal dengan peristiwa Serangan Umum 1 Maret, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto yang bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sebagai negara berdaulat masih ada dan bukan sebagai negara jajahan Belanda.

Pada diorama terakhir menggambarkan mengenai perjanjian Roem-Royen pada bulan Mei 1949 serta penarikan tentara Belanda dari Yogyakarta pada bulan Juni 1949 dan Sri Sultan HB IX yang mengawasi jalannya penarikan pasukan tersebut, selaku koordinator keamanan.

Selain untuk menambah pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa dengan cara menyenangkan, pengunjung juga bisa bersantai bersama keluarga sambil menikmati pentas seni yang diselenggarakan pada waktu-waktu tertentu di taman yang terletak di bagian barat dan timur Monumen.

Taman lampion taman pelangi di Monumen Jogja Kembali

Seorang pengunjung sedang berfoto di wahana Taman Pelangi Jogja | img : monjali-jogja.com

Bahkan sejak akhir tahun 2011 Monjali bekerja sama dengan investor untuk menambah wisata baru  di Jogja, khususnya pada malam hari dengan membuka Taman Lampion atau taman Pelangi.

Di Taman Lampion pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan di malam hari  berupa live music, sambil menikmati kuliner dan beberapa wahana permainan untuk anak-anak.

Alamat Monumen Jogja Kembali

Monumen Jogja Kembali yang beralamat di Dusun Jongkang, Sariharjo, Kec. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan berlokasi di sebelah utara Jl. Lingkar Utara Jogja

Lokasi monumen ini berada pada sumbu imajiner (sering disebut dengan istilah Poros Makrokosmos atau Sumbu Besar Kehidupan) yang menghubungkan Gunung Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan pantai Parang Tritis.

Peta Lokasi Monumen Jogja Kembali

Jam buka Monumen Jogja Kembali

Monumen ini dibuka setiap hari Selasa – Minggu pada jam 08.00 – 16.00 WIB.

Hari Senin tutup, kecuali ketika musim liburan sekolah.

Harga Tiket Masuk Monumen Jogja Kembali:

Untuk masuk kedalam Monumen, pengunjung dikenai biaya sebesar Rp. 10.000,- per orang.

Sedangkan untuk pengunjung yang datang secara berombongan dengan jumlah peserta lebih dari 30 orang, akan mendapat diskon sebesar 10%.

Untuk rombongan dari playgroup, TK atau panti asuhan, akan mendapat diskon khusus sebesar 50%.

Alamat Taman Lampion (Taman Pelangi) Jogjakarta

Taman Lampion (Taman Pelangi) beralamat sama dengan Monumen Jogja Kembali, dan berlokasi disebelah selatan Monumen.

Jam Buka Taman Lampion (Taman Pelangi) Jogjakarta :

  • Hari Senin- Kamis dari mulai Pukul 17.00 s/d 22.00 wib.
  • Hari Jum’at – Minggu dari mulai Pukul 17.00 s/d 23.00 wib.
  • Khusus untuk hari Minggu atau tanggal merah , Wahana permainan dibuka mulai  Pagi.

Harga Tiket Masuk Taman Lampion (Taman Pelangi) Jogjakarta :

  • Harga Tiket Masuk untuk Hari Senin – Kamis : Rp 10.000
  • Harga Tiket Masuk untuk Hari Jum’at – Minggu : Rp 15.000
  • Untuk Hari Libur atau Tanggal Merah : Rp 15.000

Untuk rombongan yang Jumlahnya anggota lebih dari 30 orang akan mendapat diskon 20%

Wahana Permainan di Taman Lampion (Taman Pelangi) :

  • Boom Boom Car
  • ATV
  • Batery Car
  • Junior Jet
  • Helicak
  • Safari Train
  • Becak Mini
  • Tandem
  • Auro Bungee
  • Trampolin
  • Puri Hantu
  • Perahu Dayung
  • Bola Air
  • Speed Boat

Harga Tiket wahana permainan :

Harga tiket yang dikenakan antara Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,- tergantung jenis wahana permainannya.

Incoming search terms:

2 thoughts on “Monumen Jogja Kembali Tempat Wisata Di Jogja Yang Memadukan Pendidikan Dan Rekreasi

  1. Pingback: Malioboro Jogjakarta Jalan Penuh Kenangan - Seputar Jogjakarta | Seputar Jogjakarta

  2. Pingback: Tempat Wisata di Jogja yang Wajib Dikunjungi : Taman Sari Keraton Yogyakarta - Seputar Jogjakarta | Seputar Jogjakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *