The House Of Raminten Tempat Wisata Kuliner Jogjakarta Yang Unik

By | September 2015
Tempat wisata kuliner Jogja The House of Raminten

Nuansa serta menu makanan yang Unik dan murah menjadi daya tarik House of Raminten sebagai tempat wisata kuliner untuk makan maupun sekedar nongkrong yang asyik di Yogyakarta. Restoran dengan gaya Angkringan yang dipadu gaya cafe ini mampu menciptakan suasana yang unik, yang sulit digambarkan dengan pas.

Menu makanan tradisional khas Jogja dengan penyajian yang menarik seolah mengangkat kelas makanan rakyat yang biasa di temui di angkringan menjadi makanan kelas restoran. Sebut saja nama nasi kucing yang menjadi ciri khas menu angkringan. Anda bisa mendapatkannya di sini dengan porsi yang lebih besar daripada porsi umumnya.

Tempat wisata kuliner Jogja The House of Raminten

Tempat wisata kuliner Jogja The House of Raminten | seputarjogjakarta.com

Porsi yang ditawar kebanyakan memang dengan ukuran besar, namun harganya sangat terjangkau bahkan boleh dibilang murah. Misalnya seperti minuman es dawet yang umumnya dikaki lima ditawarkan dengan harga antara Rp. 2.000 hingga Rp. 3.000. disini anda bisa mendapatkan es dawet seharga Rp. 6.000, dengan gelas ukuran besar yang kalau dijadikan porsi biasa cukup untuk 3 porsi.

Selain menu khas angkringan, masih banyak menu-menu yang diberi nama cukup unik, Sebut saja bubur ayam kelasworo, Ayam Koteka, wedang gajah ndekem, Es Perawan Tancep, Susu Putih Mulus, Es Monster (lemon serei) dan lain-lain.

Tidak hanya menu makanan dan minumannya yang unik, para pelayannya pun berpakaian ala jawa yang unik. Ketika melayani para tamu yang memesan makanan, beberapa diantara mereka membawa HT untuk berkomunikasi dengan pelayan yang lain. Hal itu mungkin untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan agar tamu tidak terlalu lama menunggu pesanan datang.

Biasanya menjelang jam makan siang atau menjelang malam, House of Raminten ini sangat ramai. Para tamu yang datang terkadang harus rela duduk menunggu ada tempat yang kosong. Mungkin bagi orang yang pertama kali datang ke restoran itu agan heran melihat orang-orang yang duduk menunggu layaknya orang yang duduk menunggu giliran dilayani di kantor pemerintahan. Padahal bagian barat restoran itu berlantai 2, namun tetap saja ketika jam ramai, tamu tetap harus rela menunggu ada tempat kosong. Dan unik selalu saja ada orang yang mau menunggu untuk bisa mendapat tempat dan menikmati hidangan yang disediakan disana. Kalau anda datang berombongan terkadang harus menunggu agak lama untuk mendapatkan tempat.

Sebuah kereta kuda dan beberapa benda tradisional lain yang ditempatkan di dalam restoran tersebut juga memberi kesan yang unik. Belum lagi beberapa tulisan yang ditempel misalnya: Mohon perhatian! “Barang” anda (handphone, dompet, sisir, kaca mata, tas, jaket, tas, topi, gergaji, setrika, dll) supaya jangan sampai ketinggalan” tentu mengelitik pengunjung yang membacanya.

House of Raminten beralamat Jl. FM Noto 7, Kotabaru, yang lokasinya dekat atau sekitar 1,2 km di sebelah timur Malioboro.

Selain The House of Raminten yang berada di daerah Kotabaru Yogya yang hampir selalu padat pengunjung, anda bisa juga mencoba restoran dengan konsep yang sama yaitu The Waroeng of Raminten.

Suasana  The Waroeng of Raminten yang merupakan cabang dari The House of Raminten lebih tenang dan santai daripada restoran induknya. Ditambah lagi hawa dingin pegunungan yang menyelimuti restoran yang berlokasi didaerah Kaliurang tersebut, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar wisata kuliner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *